Kearifan lokal merupakan satu ciri khas yang hanya dimiliki oleh suatu daerah secara umum maupun secara khusus. Kearifan lokal juga bermakna kecerdasan yang hanya dimiliki oleh suatu daerah dengan berbasis budaya masyarakat setempat. Selain itu, kearifan lokal selalu beranalogi dengan wilayah atau daerah, karena kearifan lokal merupakan sebuah budaya turun temurun yang ada dan diyakini oleh masyarakat setempat. Kita sering terdengar istilah yang identik dengan kearifan lokal seperti “kejawen” (untuk daerah Solo), “Mbanyumasan” (untuk daerah Banyumas), “Cirebonan” (untuk daerah Cirebon), “Semarangan”(untuk daerah Semarang), “mataraman” (untuk daerah Yogyakarta) dan sebagainya. Contoh-contoh tersebut merupakan sebuah analogi tentang esensi yang identik dengan daerahnya, baik itu budaya, bahasa, maupun makanan khas suatu daerah.