Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Tetap Berbakti Walau Beda Pendapat dengan Ayahanda

Gambar
A Foto Abah Thufail yahanda Ustadz Dullah adalah seorang Kyai pengikut tarekat Naqshabandiyah. Sebagai pengikut tarekat Naqshabandiyah, tentu Kyai Thufail Muhammad sangat akrab dengan praktik tahlil, wirid, dan khaul. Sedangkan Ustadz Dullah berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Pernah pada suatu ketika Kyai Thufail Muhammad menegur langsung Ustadz Dullah saat menyampaikan materi pengajian tentang contoh amalan bid’ah. Pada isiannya, Ustadz Dullah menyatakan bahwa tradisi tahlilan dan tradisi khaul adalah contoh dari perbuatan bid’ah.

Merintis Pengajian Tafsir Al Qur’an

Gambar
  Gedung Umat Islam Solo S ebagai seorang mubaligh yang berprofesi sebagai pedagang batu permata, Ustadz Abdullah Thufail Saputro berkesempatan untuk keliling Indonesia, kecuali Papua. Berkat safari bisnis yang dilakoninya, Ustadz Abdullah Thufail Saputro mampu melihat secara langsung kondisi umat Islam Indonesia yang kurang memahami Al Qur’an. Ia juga merasa prihatin tatkala menjumpai perpecahan antar umat Islam dan maraknya praktik keagamaan yang menyimpang dari syariat Islam. Di kemudian hari, ia menyimpulkan bahwa agama Islam memang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, secara substansi mereka jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya dan lebih terpengaruh oleh budaya setempat yang berhubungan dengan praktik peribadatan yang mengandung syirik.

Dullah Tutup Balik Solo

Gambar
Ustadz Abdullah menjadi imam sholah id di lapangan Manahan Pulau Bali menjadi daerah terakhir dalam safari bisnis yang dilakoni Abdullah. Hal ini ditandai dengan kemunduran bisnis batu permata yang telah dijalaninya selama 15 tahun. Berdasarkan k ondisi yang demikian, Abdullah berencana kembali ke kota Solo. Ditambah lagi ada pesan dari ayahnya, Abah Thufail, untuk melanjutkan kegiatan dakwahnya. “Ayah dari ustad Abdullah kemudian menegur beliau, karena jama’ah yang di Solo ditinggal semua. Sebenarnya sebelum pergi ke Bali beliau sudah mengamanahkan pada seseorang, tapi karena menjaga amanah itu berat, akhirnya jama’ahnya pun kocar-kacir,”   tulis redaksi majalah Al Mar’ah yang bersumber kepada anak pertama Ustadz Dullah, Aisyah, dalam artikel yang berjudul “Ketegaran Al Ustadz” pada majalah Al Mar’ah No. 4/V, edisi Desember 2007.

Melakoni Safari Bisnis, Dakwah, dan Menetap di Bali

Gambar
Batu permata peninggalan Ustadz Abdullah Berkeliling Indonesia telah menjadi rutinitas Abdullah di masa mudanya. Ia berkeliling Indonesia untuk menjalankan bisnis berjualan batu permata. Perjalanan bisnisnya telah menyisir kota-kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali. Sampailah di kemudian hari, safari bisnis batu permata ini membawanya menuju Pulau Bali. Pulau ini merupakan tempat yang paling lama disinggahi oleh Abdullah saat melakoni safari bisnisnya. Bahkan, Abdullah   memiliki sebuah toko batu permata yang berada di Kota Denpasar, Bali.

Menikah dengan Salmah Bibi di Sela-sela Menuntut Ilmu

Gambar
Sampul Majalah Respon Semenjak tinggal di Kota Solo, Abdullah mulai bergaul dengan teman-teman sebayanya yang juga keturunan dari Timur Tengah. Di Kota Solo Abdullah melanjutkan pendidikannya di sekolah Islam milik organisasi dakwah Islam Al Irsyad. Ia mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum pindah ke Kota Solo, Abdullah sudah mulai mengenyam pendidikan di sekolah Belanda untuk bumiputera atau dalam bahasa Belanda disebut Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang berada di Pacitan. Kemudian melanjutkan menuntut ilmu lagi di Sekolah dasar Taman Siswa yang berada di Kecamatan Batu, Wonogiri.

Yatim di Usia Tiga Tahun

Gambar
Abah Thufail dengan istri keduanya Sejatinya, orang tua ustadz Dullah memberinya nama Abdullah saja tanpa Thufail Saputra. Belum diketahui secara pasti apa tujuan penggunaan nama Thufail Saputra di belakang nama Abdullah. Bahkan, kakak kandungnya mengatakan, “Saya malah enggak tahu (ada nama Saputra) itu maksudnya apa. Kalau Thufail itu seperti nama marga,” ungkap Siti Khadijah. Kakak dari Ustadz Dullah ini menambahkan informasi mengenai tahun kelahiran ustadz Dullah, “Sebenarnya Abdullah itu tidak lahir tanggal 19 September 1927. Karena surat-surat (akta, KK) hilang saat banjir di Solo tahun 60-an. Jadinya lupa lahir tanggal berapa. Saat mendirikan MTA harus jelas (data diri pendirinya) maka dia ubah tahun berdirinya MTA 1972 jadi 1927 tapi tanggalnya sama,” tutur Siti Khadijah.

Perjuangan Pendiri MTA dalam Menumpas Sisa-sisa Pemberontak PKI di Solo

Gambar
30 September 1965. Bangsa Indonesia digemparkan dengan kejadian pemberontakan yang dilakukan oleh simpatisan, anggota, dan pengurus Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka melakukan makar dengan membunuh para jenderal Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Tak hanya itu, di Solo para anggota PKI ini juga menyebarkan paham untuk tidak percaya dengan adanya Tuhan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD). Hal ini terungkap dalam sebuah tulisan di majalah Respon edisi September 1995.

Awal Mula Pengajian Umum Ahad Pagi MTA Solo

Gambar
Sekembalinya Ustadz Dullah dari Pulau Bali, ia langsung giat merintis kelompok pengajian yang bertemakan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah di sejumlah tempat. Kegiatan dakwah itu antara lain menjadi penceramah di Balai Muhammadiyah, Nahdhatul Muslimat Kauman dan Pengajian Tauhid yang dilaksakan tiap hari Ahad pagi di Kemlayan, Serengan, Solo. “Pengajian Tauhid itu adalah pengajian yang diselenggarakan oleh orang Padang yang tinggal di Kota Solo,” kata Ustadz Yoyok serta menjelaskan bahwa Pengajian Tauhid ini bukan merupakan rintisan pengajian umum Ahad Pagi yang rutin diselenggarakan oleh MTA hingga saat ini.

Jalan Terjal Perintis Majalah Respon Menjadi Guru Besar di UNS Solo [1]

Gambar
Suasana sejuk nan cerah menghiasi pelataran Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Kamis, (26/05/2016) pagi. Terlihat banyak orang yang sibuk menyiapkan acara pengukuhan salah seorang dosen Sastra Inggris sebagai guru besar ke-178 di UNS Solo . Salah satu kesibukan yang terlihat adalah kesibukan petugas satuan pengamanan (satpam) yang mengatur lalu lintas di ruas-ruas ja l an yang ada di dalam kampus . Sejumlah pramusaji juga terlihat sibuk menyiapkan bermacam-macam hidangan prasmanan. Sedangkan para pramupintu tengah menyiapkan diri dengan setelan jas bergaya modern untuk menyambut kedatangan para tamu dan mempersilakan mereka menempati tempat duduknya.

Analisis cerpen Basa-basi Karya Jujur Prananto dengan Teori Sastra Profetik

Gambar
Pendahuluan Pada hakikatnya sastra adalah karya seni dalam bentuk bahasa. Sastra berisi tentang ungkapan ekspresi, kegelisahan, pemikiran, perenungan yang dihasilkan dari refleksi manusia terhadap keadaan dan realita kehidupan. Selain itu, sastra adalah bahasa kebebasan. Yakni bahasa yang mengandung nilai estetika (keindahan). Karya sastra sebagai karya seni adalah bagian dari unsur-unsur kebudayaan yang bersumber pada rasa, terutama rasa keindahan yang ada pada diri manusia. Karena sastra adalah media bagi penulis untuk menyampaikan pesan kritis kepada pembaca dengan bahasa yang estetik (indah). Sastra Profetik muncul karena manusia kembali pada dirinya dan Tuhannya. Sastra Profetik harus memiliki relevansi keagamaan (sastra sufi) dengan hal-hal yang bersifat keduniaan.

The Billionaire, Film Keren Buat Calon Pengusaha Muda

Gambar
Sebuah film keren yang mengisahkan seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Cerita di film ini bermula saat Top Ittipat berusia 16 tahun. Ketika itu dia merupakan pecandu game online.

Refleksi 44 Tahun Perjalanan Dakwah Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA)

Gambar
Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an atau lebih terkenal dengan akronim MTA merupakan sebuah lembaga dakwah Islam yang berpusat di kota Solo, Jawa Tengah. Lembaga dakwah ini didirikan oleh seorang mubaligh berdarah Pakistan yang bernama Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro.   Sejarah mencatat dua peristiwa penting terjadi bulan September. Suatu peristiwa yang sangat bertolak belakang. Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa berdarah G30S/PKI yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang tidak mengakui adanya Tuhan (atheis). Tujuh tahun berselang, pada 19 September 1972 Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro mendirikan MTA untuk mengajak masyarakat mengenal Tuhannya. Sebuah perjuangan untuk mendobrak atheisme baik yang terselubung maupun yang terang-terangan.

Ringkasan Buku Quantum Reading

Gambar
Judul: Quantum Reading “Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca” Editor: Hernowo

Memaknai Nilai Religiusitas Pada Sosok Ahmad Tohari

Gambar
Bagi saya, Pak Ahmad Tohari merupakan seorang penulis hebat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebab, ia mampu membuat karangan dengan latar pedesaan yang sangat mendetail. Sebagai contoh adalah suasana penderitaan warga desa dukuh parug yang ditulisnya secara mendetail dalam trilogi Ronggeng Dukuh Parug.

Ringkasan Buku Kecil Kecil Jago Nulis

Gambar
Bagian 1 Jurus Nulis Gaya Bunda Nurhayati “How To Be a Smart Writer for Smart Kids”

Inspirasiku dalam Dekapan Jingga, Senja, dan Hujan

Gambar
Ketika di tanya, “siapa inspirasimu dalam menulis?” pasti akan kujawab, “Ayah.” Walaupun Beliau belum pernah menulis sebuah puisi ataupun cerita. Tetap, bagiku sumber inspirasi terbesarku dalam menulis tetaplah ada pada sosok Ayah. Karena dialah yang mengajariku untuk selalu berjuang dalam meraih mimpi-mimpi indahku. Salah satu mimpi terbesar yang inginku segera rengkuh adalah menulis cukup. Karena aku tak ingin di sapa sebagai penulis namun tak pernah menulis.

Semangat Muda Perjuangan Belum Usai

Gambar
Oleh: Abdul Wahid Berkaca pada catatan sejarah, kita tahu jikalau Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Saat itu anak-anak muda bangsa Indonesia memiliki peran yang sangat vital dalam suksesi pembacaan teks proklamasi yang dilakukan oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Mereka mampu menculik serta menekan Soekarno dan Moh. Hatta agar segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Lalu, apakah perjuangan anak muda Indonesia saat sudah selesai?

Bapak, Teladan Keduaku setelah Nabi Muhammad SAW

Gambar
Teladanku, ia bersama saudara kembarnya terlahir di dunia pada 11 Februari 1964. Pak e dan Mak e nya adalah seorang pribumi yang berprofesi sebagai pegiat seni pertunjukan Ketoprak. Mereka melakoni usaha ini dengan membangun sebuah gedung Ketoprak yang mampu menghibur masyarakat yang tinggal disekitarnya. Hampir tiap akhir pekan ramai sangat masyarakat yang berbaris membeli tiket masuk untuk sekadar melihat pertunjukan Ketoprak. Kini, walau sudah tak terurus, gedung Ketoprak berwarna hijau itu masih tetap berdiri kokoh ditepian hutan karet dekat terminal Batujamus. Ia menjadi saksi bisu perjuangan Pak e dan Mak e mengais pundi-pundi rezeki dan membentangkan lahan sawah hingga akhirnya gedung Ketoprak itu ditutup dengan alasan yang tak masuk akal.

Buat Apa Kita Memperingati Bulan Bahasa Indonesia?

Gambar
Oleh: Abdul Wahid Buat apa kita bersusah payah memperingati bulan bahasa Indonesia di tiap bulan Oktober?. Apalagi kita peringati acara tersebut dengan menulis dan membaca. Apa nggak bosan?. Biar nggak bingung bila ditanya tentang alasan memperingati bulan bahasa Indonesia, yuk kita mengingat kembali asal usul dan fungsi bahasa Indonesia bagi diri kita. Berdasarkan beberapa sumber, istilah Indonesia berasal dari kata “indus” yang berarti Hindia dan kata “nesos” yang berarti pulau dan “nesioi” yang berarti pulau-pulau. Dapat disimpulkan, istilah Indonesia berarti “pulau-pulau Hindia”. Istilah Indonesia digunakan pertama kali dalam ilmu bumi oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850.

Catatan Cantik Duta Baca Indonesia

Gambar
SOLO,- Ironis. Berdasarkan pemeringkatan literasi internasional, Most Literate Nations in the World, yang diterbitkan Central Connecticut State University pada Maret lalu menyatakan, Indonesia mendapat peringat ke-60 dari 61 negara atau peringkat dua dari bawah. Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, Indonesia hanya mampu lebih baik dari sebuah negara kecil di Afrika, Botswana (Jawa Pos, 13 April 2016).