Postingan

Menampilkan postingan dengan label Feature

Tetap Berbakti Walau Beda Pendapat dengan Ayahanda

Gambar
A Foto Abah Thufail yahanda Ustadz Dullah adalah seorang Kyai pengikut tarekat Naqshabandiyah. Sebagai pengikut tarekat Naqshabandiyah, tentu Kyai Thufail Muhammad sangat akrab dengan praktik tahlil, wirid, dan khaul. Sedangkan Ustadz Dullah berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Pernah pada suatu ketika Kyai Thufail Muhammad menegur langsung Ustadz Dullah saat menyampaikan materi pengajian tentang contoh amalan bid’ah. Pada isiannya, Ustadz Dullah menyatakan bahwa tradisi tahlilan dan tradisi khaul adalah contoh dari perbuatan bid’ah.

Merintis Pengajian Tafsir Al Qur’an

Gambar
  Gedung Umat Islam Solo S ebagai seorang mubaligh yang berprofesi sebagai pedagang batu permata, Ustadz Abdullah Thufail Saputro berkesempatan untuk keliling Indonesia, kecuali Papua. Berkat safari bisnis yang dilakoninya, Ustadz Abdullah Thufail Saputro mampu melihat secara langsung kondisi umat Islam Indonesia yang kurang memahami Al Qur’an. Ia juga merasa prihatin tatkala menjumpai perpecahan antar umat Islam dan maraknya praktik keagamaan yang menyimpang dari syariat Islam. Di kemudian hari, ia menyimpulkan bahwa agama Islam memang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, secara substansi mereka jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya dan lebih terpengaruh oleh budaya setempat yang berhubungan dengan praktik peribadatan yang mengandung syirik.

Melakoni Safari Bisnis, Dakwah, dan Menetap di Bali

Gambar
Batu permata peninggalan Ustadz Abdullah Berkeliling Indonesia telah menjadi rutinitas Abdullah di masa mudanya. Ia berkeliling Indonesia untuk menjalankan bisnis berjualan batu permata. Perjalanan bisnisnya telah menyisir kota-kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali. Sampailah di kemudian hari, safari bisnis batu permata ini membawanya menuju Pulau Bali. Pulau ini merupakan tempat yang paling lama disinggahi oleh Abdullah saat melakoni safari bisnisnya. Bahkan, Abdullah   memiliki sebuah toko batu permata yang berada di Kota Denpasar, Bali.

Menikah dengan Salmah Bibi di Sela-sela Menuntut Ilmu

Gambar
Sampul Majalah Respon Semenjak tinggal di Kota Solo, Abdullah mulai bergaul dengan teman-teman sebayanya yang juga keturunan dari Timur Tengah. Di Kota Solo Abdullah melanjutkan pendidikannya di sekolah Islam milik organisasi dakwah Islam Al Irsyad. Ia mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum pindah ke Kota Solo, Abdullah sudah mulai mengenyam pendidikan di sekolah Belanda untuk bumiputera atau dalam bahasa Belanda disebut Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang berada di Pacitan. Kemudian melanjutkan menuntut ilmu lagi di Sekolah dasar Taman Siswa yang berada di Kecamatan Batu, Wonogiri.

Boyongan ke Solo

Gambar
Penulis saat mewawancarai ibu Khadijah Mengenai masa kecil Abdullah, Siti Khadijah berkisah bahwa adiknya termasuk anak yang ramah dan banyak bergaul dengan teman-teman sebayanya. Baik dengan teman pribumi maupun dengan teman keturunan Timur Tengah yang tinggal di Pacitan. Terlahir di zaman penjajahan memang tak seenak pada zaman kemerdekaan seperti saat ini. Kadang Abdullah kecil merasa kasihan tatkala melihat teman-temannya yang hidup dalam keadaan miskin. Maka, ia sering meminta kepada ayahnya untuk memberikan sesuatu kepada mereka untuk menyenangkan hati kawan-kawannya.

Yatim di Usia Tiga Tahun

Gambar
Abah Thufail dengan istri keduanya Sejatinya, orang tua ustadz Dullah memberinya nama Abdullah saja tanpa Thufail Saputra. Belum diketahui secara pasti apa tujuan penggunaan nama Thufail Saputra di belakang nama Abdullah. Bahkan, kakak kandungnya mengatakan, “Saya malah enggak tahu (ada nama Saputra) itu maksudnya apa. Kalau Thufail itu seperti nama marga,” ungkap Siti Khadijah. Kakak dari Ustadz Dullah ini menambahkan informasi mengenai tahun kelahiran ustadz Dullah, “Sebenarnya Abdullah itu tidak lahir tanggal 19 September 1927. Karena surat-surat (akta, KK) hilang saat banjir di Solo tahun 60-an. Jadinya lupa lahir tanggal berapa. Saat mendirikan MTA harus jelas (data diri pendirinya) maka dia ubah tahun berdirinya MTA 1972 jadi 1927 tapi tanggalnya sama,” tutur Siti Khadijah.

Menggenal Orang Tua Ustadz Dullah

Gambar
gambar Abah Thufail Cerita tentang masa kecil Ustadz Dullah, secara gamblang dituturkan oleh sang kakak, yaitu Siti Khadijah yang saat ini (2015) berusia 90 tahun. Ia merupakan istri dari Saleh dan dikaruniai dua belas orang anak. Penulis menjumpai Siti Khadijah di kediaman pribadinya yang terletak di kawasan Semanggi, Pasarkliwon, Solo belum lama ini. Di kediamannya yang sederhana, ia tinggal bersama empat orang anak beserta menantu dan beberapa cucunya. Salah seorang menantunya ada yang membuka usaha menjahit di bagian depan sebelah kanan rumah. Sedangkan di bagian depan sebelah kiri dipakai untuk berjualan makanan oleh anaknya yang lain.

Awal Mula Pengajian Umum Ahad Pagi MTA Solo

Gambar
Sekembalinya Ustadz Dullah dari Pulau Bali, ia langsung giat merintis kelompok pengajian yang bertemakan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah di sejumlah tempat. Kegiatan dakwah itu antara lain menjadi penceramah di Balai Muhammadiyah, Nahdhatul Muslimat Kauman dan Pengajian Tauhid yang dilaksakan tiap hari Ahad pagi di Kemlayan, Serengan, Solo. “Pengajian Tauhid itu adalah pengajian yang diselenggarakan oleh orang Padang yang tinggal di Kota Solo,” kata Ustadz Yoyok serta menjelaskan bahwa Pengajian Tauhid ini bukan merupakan rintisan pengajian umum Ahad Pagi yang rutin diselenggarakan oleh MTA hingga saat ini.

Jalan Terjal Perintis Majalah Respon Menjadi Guru Besar di UNS Solo [1]

Gambar
Suasana sejuk nan cerah menghiasi pelataran Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Kamis, (26/05/2016) pagi. Terlihat banyak orang yang sibuk menyiapkan acara pengukuhan salah seorang dosen Sastra Inggris sebagai guru besar ke-178 di UNS Solo . Salah satu kesibukan yang terlihat adalah kesibukan petugas satuan pengamanan (satpam) yang mengatur lalu lintas di ruas-ruas ja l an yang ada di dalam kampus . Sejumlah pramusaji juga terlihat sibuk menyiapkan bermacam-macam hidangan prasmanan. Sedangkan para pramupintu tengah menyiapkan diri dengan setelan jas bergaya modern untuk menyambut kedatangan para tamu dan mempersilakan mereka menempati tempat duduknya.

Memaknai Nilai Religiusitas Pada Sosok Ahmad Tohari

Gambar
Bagi saya, Pak Ahmad Tohari merupakan seorang penulis hebat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebab, ia mampu membuat karangan dengan latar pedesaan yang sangat mendetail. Sebagai contoh adalah suasana penderitaan warga desa dukuh parug yang ditulisnya secara mendetail dalam trilogi Ronggeng Dukuh Parug.

Bapak, Teladan Keduaku setelah Nabi Muhammad SAW

Gambar
Teladanku, ia bersama saudara kembarnya terlahir di dunia pada 11 Februari 1964. Pak e dan Mak e nya adalah seorang pribumi yang berprofesi sebagai pegiat seni pertunjukan Ketoprak. Mereka melakoni usaha ini dengan membangun sebuah gedung Ketoprak yang mampu menghibur masyarakat yang tinggal disekitarnya. Hampir tiap akhir pekan ramai sangat masyarakat yang berbaris membeli tiket masuk untuk sekadar melihat pertunjukan Ketoprak. Kini, walau sudah tak terurus, gedung Ketoprak berwarna hijau itu masih tetap berdiri kokoh ditepian hutan karet dekat terminal Batujamus. Ia menjadi saksi bisu perjuangan Pak e dan Mak e mengais pundi-pundi rezeki dan membentangkan lahan sawah hingga akhirnya gedung Ketoprak itu ditutup dengan alasan yang tak masuk akal.

Catatan Cantik Duta Baca Indonesia

Gambar
SOLO,- Ironis. Berdasarkan pemeringkatan literasi internasional, Most Literate Nations in the World, yang diterbitkan Central Connecticut State University pada Maret lalu menyatakan, Indonesia mendapat peringat ke-60 dari 61 negara atau peringkat dua dari bawah. Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, Indonesia hanya mampu lebih baik dari sebuah negara kecil di Afrika, Botswana (Jawa Pos, 13 April 2016).

Tragedi Literasi di Solo, Antara Budaya Literasi dengan Budaya Membangun Gedung

Gambar
Oleh: Abdul Wahid* Baru-baru ini telah terjadi tragedi literasi di Kota Solo. Sebuah museum tertua di Indonesia yang menyimpan ratusan naskah kuna tutup. Penyebabnya, hanya karena pihak pengelola museum tidak mampu membayar gaji karyawan sejak bulan Januari 2016. Akibat penutupan museum tersebut, banyak wisatawan dari luar Kota Solo kecelek saat mengunjungi museum Radya Pustaka. Mereka merasa kecewa lantaran hanya menjumpai pintu pagar museum Radya Pustaka yang masih di gembok.

Menelusur Jejak Islamisasi Rakyat Jawa

Gambar
KUDUS, Bagiku kegiatan menelusuri jejak peradaban masuknya agama Islam di Jawa memang mengasyikkan. Sekaligus mengagumkan. Betapa hebatnya nenek moyang kita yang dengan penuh kesungguhan hati mengislam rakyat Jawa. Menurutku, tiap jejak peradaban yang telah ditingkalkan oleh nenek moyang terdapat jutaan kisah yang melingkupinya. Tak terkecuali masjid Al Aqsha, Kudus atau lebih di kenal sebagai masjid Menara.

Biografi, Pemikiran, dan karya-karya Hamzah Fansuri

Gambar
Pada abad ke XVII, kerajaan Aceh mencapai zaman kejayaannya. Kerajaan Aceh pada masa ini banyak dikunjungi oleh ulama dan orang-orang Muslim yang ingin menuntut ilmu Islam, baik dari mancanegara maupun dalam negeri. Hal ini disebabkan karena Aceh pada waktu itu merupakan tempat studi agama Islam yang terkenal di kepulauan Nusantara dan sekitarnya. Selama di Aceh, orang-orang yang menuntut ilmu agama Islam ini bekerja sebagai pengajar ilmu agama dan ada juga yang menjadi pengarang kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Salah satu cendikiawan yang turut menuntut ilmu di Aceh ialah Hamzah Fansuri yang terkenal dengan ajaran tasawuf wujudiyah -nya. Kehidupan Hamzah Fansuri tidak terlepas dari sejarah perjalanan penyebaran agama Islam di Nusantara. Hamzah Fansuri merupakan orang pertama yang mempelopori pengembangan sastra Melayu di Nusantara dengan aliran tasawuf wujudiyah yang diaplikasikan dalam kehidupan dan dipaparkan dengan lirik sastra Melayu.

7 Tahun Berkiprah untuk Rembang Bangkit

Gambar
REMBANG,- Tujuh tahun yang lalu atau lebih tepatnya tanggal 20 Oktober 2008 pengurus Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) Perwakilan Kabupaten Rembang resmi dikukuhkan. Acara pengukuhannya sendiri dilakukan dengan pengajian Akbar yang dihadiri oleh KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) yang merupakan salah satu pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang dan adik kandung dari KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur). Kini diusianya yang hampir menginjak tujuh tahun MTA Perwakilan Rembang telah memiliki gedung pengajian megah yang beralamat di jalan Kapten Pierre Tendean, Kabupaten Rembang. Selain memiliki gedung yang megah, MTA Perwakilan Kabupaten Rembang juga aktif dalam kegiatan rutin donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) terdekat. Pada tahun 2012, MTA perwakilan kabupaten Rembang bersama dinas pertanian dan kehutanan serta masyarakat umum turut menyukseskan penanaman 1 milyar pohon. Penanaman pohon ini dilakukan sepanjang jalan dari desa Kedungrejo menuju desa Mondoteko K...

Sistem Penggelolaan Arsip di Perpustakaan Reksa Pustaka Pure Mangkunegaran Solo

Gambar
Puri Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih dikenal sebagai Pangeran Sambar Nyawa, setelah penandatanganan Perundingan Salatiga pada 13 Maret, dua tahun pasca dilaksanakannya Perjanjian Giyanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta oleh VOC pada 1755. Raden Mas Said kemudian menjadi Pangeran Mangkunegara I. Seperti bangunan utama di keraton Surakarta dan keraton Yogyakarta, Puri Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan selama puncak masa pemerintahan kolonial   Belanda   di   Jawa Tengah . Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu.

Kepala SLB-B YRTRW Raih Juara Satu Kepala Sekolah Berdedikasi Tingkat Jawa Tengah

Gambar
SOLO- Mengawali karier sebagai pendidik anak berkebutuhan khusus sejak 1 September 1985 ketika tinggal di pulau Kalimantan hingga sekarang tak menyurutkan semangat Bapak Sutandi, S.P.d untuk tetap terus berprestasi. Kini, diusianya yang menginjak 55 tahun ia terpilih sebagai juara satu kepala sekolah luar biasa (SLB) tingkat dasar berdedikasi se Jawa Tengah pada, Rabu (27/05) di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Semarang. Oleh karena itu, beliau berhak mewakili provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi kepala sekolah luar biasa (SLB) tingkat dasar berdedikasi di level nasional yang dilaksanakan oleh kementerian pendidikan di Jakarta pada bulan Agustus mendatang. “Alhamdulillah wa syukurillah, saya memperoleh juara pertama,” ungkap Bapak dua anak ini yang memiliki hobi membaca.

Wisata Sejarah Naik Kereta Uap dari Stasiun Ambarawa

Gambar
AMBARAWA, muslimdaily.co- Ambarawa merupakan sebuah kota kecil yang bersejarah bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada 12-15 Desember 1945 di Ambarawa terjadi perang besar antara tentara Indonesia yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman melawan tentara sekutu. Perang tersebut kemudian dimenangkan oleh tentara Indonesia pada 15 Desember 1945 yang kemudian diperingati sebagai hari Infanteri. Ambarawa sendiri sejak zaman penjajahan Belanda merupakan daerah militer, sehingga Raja Willem I pada 21 Mei 1873 membangun Stasiun Kereta Api di atas tanah 127.500/m² dengan tujuan untuk mempermudah mengangkut pasukannya ke Semarang. Kemudian, oleh penjajah Belanda stasiun Kereta Api ini diberi nama Willem I.

Kapal Otok-Otok dan Arum Manis yang Tak Pernah Absen di Sekaten

Gambar
Solo ,-Ditengah perjalananku menuju ke alun-alun selatan untuk mengikuti acara Maleman Sekaten Keraton Surakarta Hadiningrat terdengar suara adzan telah berkumandang di kota Solo. Kuputuskan mampir dulu ke masjid Agung Solo untuk menunaikan salat isya berjamaah di sana. Di usianya yang telah ratusan tahun, Masjid Agung kebanggaan masyarakat Kota Solo ini mungkin sudah memiliki ribuan cerita bagi umat Islam yang singgah untuk melaksanakan ibadah salat. Masjid ini memiliki ornamen-ornamen khas Jawa yang menghiasi tiang dan dindingnya. Selesai salat isyak kukendarai sepeda motorku untuk menuju tempat parkir yang berada tepat disebelah barat pintu utama alun-alun selatan dari arah bundaran Gladak. Maleman Sekaten Keraton Surakarta Hadiningrat sendiri bagiku merupakan sebuah acara hiburan rakyat yang sangat murah meriah. Sejak aku kecil hampir enggak pernah sekalipun absen mengikuti acara Sekaten. Hampir semua elemen masyarakat kota Solo dan sekitarnya selalu menunggu-nunggu kapan acara...