Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Titik Berirama

Gambar
Gerimis, Rintik-rintik mengiringi senja. Suara burung Sriti beradu ditengah gerimis. Kemudian hujan turun dan senja telah pergi. Sungguh hujan ini membawaku ke alam tangis sejati. Tak perlu ada orang yang datang untuk menyeka air mata kehujanan. Hujan, Adalah kumpulan titik air yang berirama Iramanya membuat suasana tangis tak di rasa Aku memilih menangis di tengah hujan Agar tak seorang pun sadar akan tangisku Teriakanku pun sirna diterjang petir yang bergemuruh. Seorang wanita berkerudung cokelat menghampiriku, Ia membawakanku sebuah payung, Dari kejauhan dia tlah terlihat anggun, Begitu dekat, hatiku berdebar dibuatnya. Oh bidadariku. Kau selalu muncul di saat aku sedang bersedih, Kau datang dengah sebongkah ketulusan senyum, Senyum tulus yang memberiku kekuatan menembus kelabu. Oh bidadariku. Kini, aku menunggumu kembali, Ditengah derasnya hujan badai aku menangis Namun kau tak kunjung datang. Ternyata. Kini kau telah bersemaya...

Selamat Jalan Senjaku

Gambar
Karya: Abdul Wahid Di bawah temaram redupnya sang surya Aku terduduk di tepian sungai sembari menatap senja Deburan air sungai mengisi harmonisasi senja Pemancing pulang dengan meneteng ikan tangan kanannya

Cahaya Peradaban itu Bernama Muslim

Gambar
Oleh: Abdul Wahid* Judul               : Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim Penulis             : Salim A. Fillah Penerbit           : Pro-U Media Tebal buku      : 436 halaman Cetakan           : 2007 ISBN               : 979-1061-03-3 Jadilah kau bintang Berkilau dipandang orang Di atas riak air, dan sang bintang jauh meninggi (halaman: 407) Membangun sebuah rumah diawali dengan membuat pondasi yang kuat agar rumah tidak mudah roboh. Pancang-pancang dibuat menjulang ke langit. Batu bata disusun rapi dengan adukan semen bercampur pasir dan gamping untuk membuat tembok kokoh yang mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya. Rangka-rangka ...

Pohon Kerinduan

Gambar
Oleh: Abdul Wahid* Semburat senja muncul dibalik dedaunan Pisang Rindang pohon jambu meneduhkan mentari Hamparan lautan sawah menyuguhkan kedamaian Dinginya malam terobati oleh segelas Lempuyang Aku teringat, Di waktu Senja, di sore itu Tatkala terduduk di tepi sungai Kulihat bunga bertebaran di tepian sungai Tuntang Teriakan anak-anak menerbangkan layang-layang mengiringi laju keindahan suara riak air Senja ini terasa sejuk Seperti kesejukan yang pernah kugapai dibalik pohon kerinduan Pohon yang berakar Lempuyang Berbatang Pisang Berbuah Jambu Dan, berbiji Padi Aku rindu desaku Desa yang membesarkanku Kenangan demi kenangan terukir indah di tiap sudutnya Desa yang penuh akan tanaman Lempuyang, pisang, jambu, dan Padi Sungguh, aku rindu. Inginku segera kembali Kembali untuk mengabdikan diri bersama sahabat satu desaku Demak, 16 *Seorang jomblo yang sedang menyelesaikan kuliah di jurusan Sastra Indonesia UNS. Ia aktif di Pakagu...

Menjemput Senja di Seberang Hujan

Gambar
Karya: Abdul Wahid Gemetar jiwa ketika kulangkahkan kaki menjemput Senja. Sebatang rokok menemaniku menjemput Senja. Rokok mati diterpa lebatnya hujan ketika menjemput Senja. Gemericik hujan mengiringi langkahku menjemput Senja. Senja. Pipiku basah. Tergenang oleh air mata pengharapan. Kini, air itu telah lenyap bergumul bersama hujan.

Penyesalan Sunyi

Gambar
Karya: Abdul Wahid Sebuah ketidakpastian itu kini mulai menjerembab. Pahit getir menghias jalan terjal. Kesunyian menghampar sepanjang jalan. Hambar rasa hidup tanpa Tuhan. Terombang ambing dalam belaian kehinaan. Sunyi. Tidak pasti. Aku mau jalan kemana?. Tak ada tujuan kecuali aku hidup senang ribuan tahun. Tapi, Sekepal tanah jatuh menghantam kayu di atasku. Ribuan butir tanah menyusul menghantamku. Sunyi. Dingin. Mereka pergi. Tak satupun ada yang menemaniku. Sunyi. Rindu. Penyesalan. Aku ingin kembali. SOLO, 2015

Bibit Cinta Merpati Putih

Gambar
Karya : Abdul Wahid Ketika seekor burung menjatuhkan bibit cinta, Di tataplah wajah manis merpati putih, Si penjatuh bibit cinta di pelupuk mata kita. Cinta datang ketika kita tak dekat dengannya, Cinta tumbuh ketika kita berinteraksi tanpa pamrih dengannya, Cinta bersemi ketika kita lama tak jumpa dengannya, Cinta berbuah ketika kita saling bertukar benci dengannya.             Namun, Cinta layu ketika rasa gengsi menjadi tuhan diantara kita. Kentingan/14’

Gelas Pecah

Gambar
Ketika cinta bercampur amarah. Tiadalah kesetiaan yang mendatanginya. Janji suci sehidup semati pecah. Seperti pecahnya sebuah gelas yang terpelanting di atas batu hitam pegunungan. Sunyi senyap suasana desa pegunungan. Ketikaku termenung menginggat kejadian itu. Ingin rasa hati ini pergi terbang melayang diantara rimbunnnya dedaunan. Dedaunan yang tak perah menyalahkan angin yang menerbangkan angan. Malam ini sebuah telaga di tengah gunung telah memberiku inspirasi. Sejenak kutatap ikan-ikan yang berenang tanpa dosa. Di tengah kesunyian ini. Hatiku pilu ketika ingat gelas itu telah pecah. Gelas pecah. Pecahan gelas berhamburan ke segala arah. Anak kecil teriak kesakitan tertancap beling-beling putih gelas pecah. Ia menangis. Tapi tak mengerti apa arti tangis. Gelas pecah. Tak kan bisa disambung dengan sempurna. Bila keluarga pecah. Tak kan bisa disatukan dengan sempurna. Apa daya seorang anak. Bila ia hanya menjadi korban.           ...

Kesucian Penarik Gerobak

Gambar
Oleh : Abdul Wahid Aku tak rela bila bangsa ini buta, Bukan buta mata Juga b ukan buta huruf Melainkan buta Mata hatinya, Aku tak rela generasi muda Indonesia menangis, Menangis sodara – sodara! Menangis melihat para pendahulunya adalah Koruptor Katanya Indonesia tanah surga? Katanya tongkat dan batu jadi tanaman? Tapi, Lihatlah rakyat di bumi pertiwi ini menjerit! Menjerit! Mereka menjerit, dalam naungan kelaparan dan kemiskinan program pemerintah. Bajingan! Itu julukan yang pas buat Koruptor Bukan julukan yang pas penarik gerobak!             Karena mereka lebih suci ketimbang kau! Wahai Koruptor Bajingan

Akulah yang Tertindas

Gambar
Oleh : Abdul Wahid Aku ini apa? Siapa Aku ini? Untuk apa Aku ini?             Aku ini diciptakan untukmu             Aku ini bahasamu             Aku ini pemersatu bangsamu                         Tapi….                         Mengapa kau melupakanku?                         Mengapa kau menduakanku?                         Mengapa Aku tak merdeka...

Aku Sayang Kamu (Indonesia)

Gambar
Ibu Pertiwiiiii,...........!!!!!!!! Aku sekarang hidup di pangkuan mu Di pangkuan seorang ibu yang sedang sakit Sakiiiiiit,…..! S akit timbul akibat ulah bejat generasi penerus negri ini Bundaaaaaaaaaaaaaa,...............!!!! Hati ini sakit,...... Sakiiiiit sekali ,..... ! Ketika ku me lihat mu tertunduk lesu menahan rasa sakit mu Aku tau kau pun pasti kecewa dan berkata,... Mengapa negri yang menghabiskan jutaan nyawa ini terhina,… . ? ????????? Mengapaaa,..?????  Mengapa,....????? Wahai para Pemuda Bangsa,..! Aku tau kau pun akan menangis bila mengetahuinya Tapi aku tak kuasa melihat mu menangis Menangis,..... !!!!! Menangis melihat para pen guasa mu adalah Koruptor Aku pun tau jika kau tengah merindukan seorang sosok pemuda yang perkasa, jujur dan amanat Tapiiiiiiiiiiiii,................ Mengapa tak seorang pun diantara mu yang mau menolong ibu pertiwi yang sakit ,,???? Mengapa,…..????? Hai pemuda,..!!! Aku pun tak rela ...