Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Refleksi 44 Tahun Perjalanan Dakwah Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA)

Gambar
Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an atau lebih terkenal dengan akronim MTA merupakan sebuah lembaga dakwah Islam yang berpusat di kota Solo, Jawa Tengah. Lembaga dakwah ini didirikan oleh seorang mubaligh berdarah Pakistan yang bernama Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro.   Sejarah mencatat dua peristiwa penting terjadi bulan September. Suatu peristiwa yang sangat bertolak belakang. Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa berdarah G30S/PKI yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang tidak mengakui adanya Tuhan (atheis). Tujuh tahun berselang, pada 19 September 1972 Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro mendirikan MTA untuk mengajak masyarakat mengenal Tuhannya. Sebuah perjuangan untuk mendobrak atheisme baik yang terselubung maupun yang terang-terangan.

Memaknai Nilai Religiusitas Pada Sosok Ahmad Tohari

Gambar
Bagi saya, Pak Ahmad Tohari merupakan seorang penulis hebat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebab, ia mampu membuat karangan dengan latar pedesaan yang sangat mendetail. Sebagai contoh adalah suasana penderitaan warga desa dukuh parug yang ditulisnya secara mendetail dalam trilogi Ronggeng Dukuh Parug.

Inspirasiku dalam Dekapan Jingga, Senja, dan Hujan

Gambar
Ketika di tanya, “siapa inspirasimu dalam menulis?” pasti akan kujawab, “Ayah.” Walaupun Beliau belum pernah menulis sebuah puisi ataupun cerita. Tetap, bagiku sumber inspirasi terbesarku dalam menulis tetaplah ada pada sosok Ayah. Karena dialah yang mengajariku untuk selalu berjuang dalam meraih mimpi-mimpi indahku. Salah satu mimpi terbesar yang inginku segera rengkuh adalah menulis cukup. Karena aku tak ingin di sapa sebagai penulis namun tak pernah menulis.

Bapak, Teladan Keduaku setelah Nabi Muhammad SAW

Gambar
Teladanku, ia bersama saudara kembarnya terlahir di dunia pada 11 Februari 1964. Pak e dan Mak e nya adalah seorang pribumi yang berprofesi sebagai pegiat seni pertunjukan Ketoprak. Mereka melakoni usaha ini dengan membangun sebuah gedung Ketoprak yang mampu menghibur masyarakat yang tinggal disekitarnya. Hampir tiap akhir pekan ramai sangat masyarakat yang berbaris membeli tiket masuk untuk sekadar melihat pertunjukan Ketoprak. Kini, walau sudah tak terurus, gedung Ketoprak berwarna hijau itu masih tetap berdiri kokoh ditepian hutan karet dekat terminal Batujamus. Ia menjadi saksi bisu perjuangan Pak e dan Mak e mengais pundi-pundi rezeki dan membentangkan lahan sawah hingga akhirnya gedung Ketoprak itu ditutup dengan alasan yang tak masuk akal.

Buat Apa Kita Memperingati Bulan Bahasa Indonesia?

Gambar
Oleh: Abdul Wahid Buat apa kita bersusah payah memperingati bulan bahasa Indonesia di tiap bulan Oktober?. Apalagi kita peringati acara tersebut dengan menulis dan membaca. Apa nggak bosan?. Biar nggak bingung bila ditanya tentang alasan memperingati bulan bahasa Indonesia, yuk kita mengingat kembali asal usul dan fungsi bahasa Indonesia bagi diri kita. Berdasarkan beberapa sumber, istilah Indonesia berasal dari kata “indus” yang berarti Hindia dan kata “nesos” yang berarti pulau dan “nesioi” yang berarti pulau-pulau. Dapat disimpulkan, istilah Indonesia berarti “pulau-pulau Hindia”. Istilah Indonesia digunakan pertama kali dalam ilmu bumi oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850.

Catatan Cantik Duta Baca Indonesia

Gambar
SOLO,- Ironis. Berdasarkan pemeringkatan literasi internasional, Most Literate Nations in the World, yang diterbitkan Central Connecticut State University pada Maret lalu menyatakan, Indonesia mendapat peringat ke-60 dari 61 negara atau peringkat dua dari bawah. Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, Indonesia hanya mampu lebih baik dari sebuah negara kecil di Afrika, Botswana (Jawa Pos, 13 April 2016).