Ustadz Abdullah menjadi imam sholah id di lapangan Manahan Pulau Bali menjadi daerah terakhir dalam safari bisnis yang dilakoni Abdullah. Hal ini ditandai dengan kemunduran bisnis batu permata yang telah dijalaninya selama 15 tahun. Berdasarkan k ondisi yang demikian, Abdullah berencana kembali ke kota Solo. Ditambah lagi ada pesan dari ayahnya, Abah Thufail, untuk melanjutkan kegiatan dakwahnya. “Ayah dari ustad Abdullah kemudian menegur beliau, karena jama’ah yang di Solo ditinggal semua. Sebenarnya sebelum pergi ke Bali beliau sudah mengamanahkan pada seseorang, tapi karena menjaga amanah itu berat, akhirnya jama’ahnya pun kocar-kacir,” tulis redaksi majalah Al Mar’ah yang bersumber kepada anak pertama Ustadz Dullah, Aisyah, dalam artikel yang berjudul “Ketegaran Al Ustadz” pada majalah Al Mar’ah No. 4/V, edisi Desember 2007.