Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan

Modul Teks Prosedur dan Teks Eksplanasi

Gambar
Bagi kalian yang ingin mempelajari tentang materi teks prosedur dan teks eksplanasi, silakan bisa membaca materi yang ada di dalam modul berikut ini. Terima kasih. ^_ Modul Teks Prosedur Unduh Modul Teks Prosedur (1) Unduh Modul Teks Prosedur (2) Modul Teks Eksplanasi Unduh Modul Teks Eksplanasi (1) Unduh Modul Teks Eksplanasi (2)

Dullah Tutup Balik Solo

Gambar
Ustadz Abdullah menjadi imam sholah id di lapangan Manahan Pulau Bali menjadi daerah terakhir dalam safari bisnis yang dilakoni Abdullah. Hal ini ditandai dengan kemunduran bisnis batu permata yang telah dijalaninya selama 15 tahun. Berdasarkan k ondisi yang demikian, Abdullah berencana kembali ke kota Solo. Ditambah lagi ada pesan dari ayahnya, Abah Thufail, untuk melanjutkan kegiatan dakwahnya. “Ayah dari ustad Abdullah kemudian menegur beliau, karena jama’ah yang di Solo ditinggal semua. Sebenarnya sebelum pergi ke Bali beliau sudah mengamanahkan pada seseorang, tapi karena menjaga amanah itu berat, akhirnya jama’ahnya pun kocar-kacir,”   tulis redaksi majalah Al Mar’ah yang bersumber kepada anak pertama Ustadz Dullah, Aisyah, dalam artikel yang berjudul “Ketegaran Al Ustadz” pada majalah Al Mar’ah No. 4/V, edisi Desember 2007.

Menikah dengan Salmah Bibi di Sela-sela Menuntut Ilmu

Gambar
Sampul Majalah Respon Semenjak tinggal di Kota Solo, Abdullah mulai bergaul dengan teman-teman sebayanya yang juga keturunan dari Timur Tengah. Di Kota Solo Abdullah melanjutkan pendidikannya di sekolah Islam milik organisasi dakwah Islam Al Irsyad. Ia mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum pindah ke Kota Solo, Abdullah sudah mulai mengenyam pendidikan di sekolah Belanda untuk bumiputera atau dalam bahasa Belanda disebut Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang berada di Pacitan. Kemudian melanjutkan menuntut ilmu lagi di Sekolah dasar Taman Siswa yang berada di Kecamatan Batu, Wonogiri.

Malem Siji Suro

Gambar
Karya: Abdul Wahid Ketika cahaya senja mulai hiasi langit kota Solo di sebelah barat, aku baru benar-benar merasa menginjakkan kaki di kota Solo. Sudah 10 tahun aku meninggalkan kota ini untuk mengais rejeki di kota penuh kemacetan, Jakarta. “Kota Solo memang ngangeni,” batinku.

Titik Berirama

Gambar
Gerimis, Rintik-rintik mengiringi senja. Suara burung Sriti beradu ditengah gerimis. Kemudian hujan turun dan senja telah pergi. Sungguh hujan ini membawaku ke alam tangis sejati. Tak perlu ada orang yang datang untuk menyeka air mata kehujanan. Hujan, Adalah kumpulan titik air yang berirama Iramanya membuat suasana tangis tak di rasa Aku memilih menangis di tengah hujan Agar tak seorang pun sadar akan tangisku Teriakanku pun sirna diterjang petir yang bergemuruh. Seorang wanita berkerudung cokelat menghampiriku, Ia membawakanku sebuah payung, Dari kejauhan dia tlah terlihat anggun, Begitu dekat, hatiku berdebar dibuatnya. Oh bidadariku. Kau selalu muncul di saat aku sedang bersedih, Kau datang dengah sebongkah ketulusan senyum, Senyum tulus yang memberiku kekuatan menembus kelabu. Oh bidadariku. Kini, aku menunggumu kembali, Ditengah derasnya hujan badai aku menangis Namun kau tak kunjung datang. Ternyata. Kini kau telah bersemaya...

Malaikat Cinta yang Kuberi Nama Ibu

Gambar
Karya: Abdul Wahid Di dalam diam aku mengagumimu. Keteduhan hati yang terlihat di balik wajah yang disinari oleh temaram rembulan. Indah. Sungguh sangat indah. Seindah bulan purnama. Ketika diam adalah sebuah keteduhan. Aku ingin hadir dalam diammu. Hadir untuk turut berteduh di bawah relung-relung hatimu yang penuh akan keteduhan. Keteduhan hati seorang ibu. Karena d i dalam diam aku mengagumimu. Ibu. Pagi ini. Di desaku. Embun pagi masih bertebaran di dedaunan. Kabut tipis membawa aroma dingin menusuk tulang. Pelan-pelan fajar menghilang. Tergantikan oleh mentari yang masih malu untuk menampakkan diri. Burung-burung mulai mengepakkan sayap-sayapnya. Berterbangan mengiringi langkah pak Tani menuju sawah.

Analisis cerpen Basa-basi Karya Jujur Prananto dengan Teori Sastra Profetik

Gambar
Pendahuluan Pada hakikatnya sastra adalah karya seni dalam bentuk bahasa. Sastra berisi tentang ungkapan ekspresi, kegelisahan, pemikiran, perenungan yang dihasilkan dari refleksi manusia terhadap keadaan dan realita kehidupan. Selain itu, sastra adalah bahasa kebebasan. Yakni bahasa yang mengandung nilai estetika (keindahan). Karya sastra sebagai karya seni adalah bagian dari unsur-unsur kebudayaan yang bersumber pada rasa, terutama rasa keindahan yang ada pada diri manusia. Karena sastra adalah media bagi penulis untuk menyampaikan pesan kritis kepada pembaca dengan bahasa yang estetik (indah). Sastra Profetik muncul karena manusia kembali pada dirinya dan Tuhannya. Sastra Profetik harus memiliki relevansi keagamaan (sastra sufi) dengan hal-hal yang bersifat keduniaan.

The Billionaire, Film Keren Buat Calon Pengusaha Muda

Gambar
Sebuah film keren yang mengisahkan seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Cerita di film ini bermula saat Top Ittipat berusia 16 tahun. Ketika itu dia merupakan pecandu game online.

Gareng Pung Media Kreatif

Gambar
Kearifan lokal merupakan satu ciri khas yang hanya dimiliki oleh suatu daerah secara umum maupun secara khusus. Kearifan lokal juga bermakna kecerdasan yang hanya dimiliki oleh suatu daerah dengan berbasis budaya masyarakat setempat. Selain itu, kearifan lokal selalu beranalogi dengan wilayah atau daerah, karena kearifan lokal merupakan sebuah budaya turun temurun yang ada dan diyakini oleh masyarakat setempat. Kita sering terdengar istilah yang identik dengan kearifan lokal seperti “kejawen” (untuk daerah Solo), “Mbanyumasan” (untuk daerah Banyumas), “Cirebonan” (untuk daerah Cirebon), “Semarangan”(untuk daerah Semarang), “mataraman” (untuk daerah Yogyakarta) dan sebagainya. Contoh-contoh tersebut merupakan sebuah analogi tentang esensi yang identik dengan daerahnya, baik itu budaya, bahasa, maupun makanan khas suatu daerah.

Siapa Sih Aku?

Gambar
Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT, saya mengawali tulisan biodata narasi ini. Abdul Wahid . Nama yang bagus nan menawan ini disematkan oleh pakdhe saya yang pada saat itu berprofesi sebagai guru agama Islam di sebuah sekolah dasar negeri (SDN). Awalnya beliau memberi nama saya Abdurahman Wahid. Akan tetapi, nama ini oleh Bapak saya dipersingkat menjadi Abdul Wahid. Menurut Bapak saya, bila putra pertamanya ini di beri nama Abdurrahman Wahid, di rasa akan memberatkan diri saya. Bapak beralasan bahwa bila nama itu tetap disematkan kepada diri saya, maka secara tidak langsung saya dituntut untuk lebih baik atau minimal sama dengan sosok seorang ulama kharismatik bernama Abdurrahman Wahid. Hal yang melatarbelakangi pakdhe saya memberikan nama Abdurrahman Wahid kepada saya karena beliau adalah seorang “kyai NU” di desanya dan juga seorang pengagum sosok Gus Dur.

Refleksi 44 Tahun Perjalanan Dakwah Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA)

Gambar
Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an atau lebih terkenal dengan akronim MTA merupakan sebuah lembaga dakwah Islam yang berpusat di kota Solo, Jawa Tengah. Lembaga dakwah ini didirikan oleh seorang mubaligh berdarah Pakistan yang bernama Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro.   Sejarah mencatat dua peristiwa penting terjadi bulan September. Suatu peristiwa yang sangat bertolak belakang. Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa berdarah G30S/PKI yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang tidak mengakui adanya Tuhan (atheis). Tujuh tahun berselang, pada 19 September 1972 Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro mendirikan MTA untuk mengajak masyarakat mengenal Tuhannya. Sebuah perjuangan untuk mendobrak atheisme baik yang terselubung maupun yang terang-terangan.

Selamat Jalan Senjaku

Gambar
Karya: Abdul Wahid Di bawah temaram redupnya sang surya Aku terduduk di tepian sungai sembari menatap senja Deburan air sungai mengisi harmonisasi senja Pemancing pulang dengan meneteng ikan tangan kanannya

Balada Pensil yang Tertukar

Gambar
Karya: Abdul Wahid “Bid, bangun Bid. Sudah jam 8 lho,” kata Widi membangunkanku. “Apa? Sudah jam 8? Duh, malah ketiduran. Padahal aku jam setengah 9 ada ujian EAP,” teriakku terkaget. Aku langsung menuju kamar mandi. Hanya sempat membasuh muka dan gosok gigi. Tak sempat untuk mandi. Padahal pagi tadi aku sudah bangun jam 4. Ikut sholat shubuh berjamaah pula. Seusai sholat Shubuh mataku tak bisa diajak bersahabat. Dia memilih untuk terpejam dan aku tak kuasa menahannya.

Secangkir Kopi Persahabatan

Gambar
Karya: Abdul Wahid Mobil Kijang berwarna hitam melaju kencang dari arah utara. Suara berderit akibat gesekan ban dengan aspal terdengar bagaikan teriakan menyambut malaikat pencabut nyawa. Mobil Kijang menyambar sebuah sepeda motor yang tengah berusaha menyeberang di tengah jalan. Aroma bensin menyeruak disekitar lokasi. Darah berceceran di tengah jalan. Seorang lelaki pengendara sepeda motor terpental sejauh 20 meter dari lokasi tabrakan. Orang-orang yang sedang berada di pinggir jalan langsung berkerumun. Mereka bergegas datang namun tak berani menolong. Mereka hanya termenung melihat seorang pengendara motor yang berlumuran darah sedang menjerit kesakitan di tengah jalan. “Aarg, tolong-tolong!” “Aa.. ayo pak, kita too.. tolong masnya itu,” kata seorang pejalan kaki dengan gugup.

Ringkasan Buku “Ternyata Menulis itu Gampang”

Gambar
Ringkasan Buku “Ternyata Menulis itu Gampang” 12 Kemudahan dalam Menulis 1.       Kemudahan Ke-1 “Menulis dengan melupakan TEORI” *(T)itik Koma jangan dirisaukan. *(E)yd Lupakan Sejenak. *(O)rang Bilang Enggak Bagus, yang Penting Nulis. *(R)incian Sistematis Jangan Diikuti Dulu. *(I)kuti Kata Hati, Bukan Teori.

Ringkasan Buku Quantum Reading

Gambar
Judul: Quantum Reading “Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca” Editor: Hernowo

Memaknai Nilai Religiusitas Pada Sosok Ahmad Tohari

Gambar
Bagi saya, Pak Ahmad Tohari merupakan seorang penulis hebat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebab, ia mampu membuat karangan dengan latar pedesaan yang sangat mendetail. Sebagai contoh adalah suasana penderitaan warga desa dukuh parug yang ditulisnya secara mendetail dalam trilogi Ronggeng Dukuh Parug.

Ringkasan Buku Kecil Kecil Jago Nulis

Gambar
Bagian 1 Jurus Nulis Gaya Bunda Nurhayati “How To Be a Smart Writer for Smart Kids”

Inspirasiku dalam Dekapan Jingga, Senja, dan Hujan

Gambar
Ketika di tanya, “siapa inspirasimu dalam menulis?” pasti akan kujawab, “Ayah.” Walaupun Beliau belum pernah menulis sebuah puisi ataupun cerita. Tetap, bagiku sumber inspirasi terbesarku dalam menulis tetaplah ada pada sosok Ayah. Karena dialah yang mengajariku untuk selalu berjuang dalam meraih mimpi-mimpi indahku. Salah satu mimpi terbesar yang inginku segera rengkuh adalah menulis cukup. Karena aku tak ingin di sapa sebagai penulis namun tak pernah menulis.

Semangat Muda Perjuangan Belum Usai

Gambar
Oleh: Abdul Wahid Berkaca pada catatan sejarah, kita tahu jikalau Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Saat itu anak-anak muda bangsa Indonesia memiliki peran yang sangat vital dalam suksesi pembacaan teks proklamasi yang dilakukan oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Mereka mampu menculik serta menekan Soekarno dan Moh. Hatta agar segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Lalu, apakah perjuangan anak muda Indonesia saat sudah selesai?